Saturday, 20 November 2010
Peneliti Israel Gali Laut Mati
Para peneliti Israel sedang melakukan penggalian di bawah Laut Mati. Laut yang banyak dikisahkan dalam sejarah itu membentang di tiga wilayah; Israel, Palestina, dan Yordania. Para peneliti itu menggali untuk menelusuri riwayat bumi ini selama 500.000 tahun terakhir.
Seperti dilansir Telegraph.co.uk, para ilmuwan ini telah memulai penggalian dengan cara pengeboran jauh di bawah Laut Mati.
Penggeboran itu dilakukan untuk memeriksa lapisan sedimen yang berusia jutaan tahun. Diharapkan, sedimen itu dapat memberi petunjuk tentang banyak hal, seperti pergeseran pola cuaca, kegiatan seismik dan perubahan iklim pada zamannya.
"Sedimen ini dapat memberikan 'arsip' kondisi lingkungan geologi di daerah ini di masa lalu," kata peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan dan Humaniora Israel.
'Potongan tipis' tentang sejarah bumi akan diekstrak melalui lubang bor sedalam 1.200 meter yang dibor oleh rig khusus. Posisi pengeboran berada di sebuah teluk kecil di utara Laut Mati.
Setelah diekstrak, lapisan contoh tanah itu akan diperiksa dengan teknologi resolusi tinggi. Dari sedimen ini, peneliti diharapkan mendapat petunjuk tentang perubahan lingkungan Bumi saat itu.
Bahkan, sedimen itu diperkirakan bisa memberikan informasi rinci tentang cuaca buruk atau kegiatan seismik utama pada masanya. Juga bisa memberikan wawasan tentang migrasi manusia di dalam dan luar daerah.
"Kami percaya bahwa hasil dari proyek ini akan memiliki implikasi luas dalam bidang ilmu pengetahuan dan lingkungan. Dan akan menjelaskan sumber daya alam baru," Zvi Ben-Abraham, profesor di Tel Aviv University.
Proyek ini disponsori Program Pengeboran International Continental, sebuah kelompok yang 'hobi' menggali kerak bumi di lokasi lain di seluruh dunia. Diharapkan, proyek ini dapat berjalan sampai akhir tahun
Thursday, 18 November 2010
KHATINA DANA & PUJA DI VIHARA TRI RATNA PONTIANAK
Perayaan Khatina di Kota Pontianak Kalimanantan Barat khususnya di Vihara Tri Ratna Pada Hari minggu tanggal 14 November 2010, Berjalan Dengan Sukses dan lancar Sesuai Dengan rencana Awal, Dan tak Di sangaka-Sangka Para Tamu undangan Dan simpatisan Buddhist Di kota Pontianak yang Ikut serta Sangat Banyak Sehingga kekurangan Tempat.
Perayaan Khatina Kali ini adalah Yang pertama Dilaksanakan Oleh Pemuda buddhayana Pontianak(SEKBER PMVBI) bergabung dengan Sekolah Minggu Buddhis (SMB Tri Ratna) dan Di bina oleh 4 Orang Bhikku sangha agung Indonesia antara lain YM Nyana Gupta, YM SaddhaNyano, YM BadraUtamo dan YM Dhamma Vimala adapula Ketua Setjen Sekber PMVBI kita Indra Diwangsa yang ikut serta menghadrir Acara ini.
Nyaris tak Ada Sedikitpun Hambatan selama Acara ini berlangsung, dan setelah acara ini selesai masih ada satu sesi lagi yaitu Blessing/Visudhi Pancasila dan Tisarana.
Atas nama Segenap Anggota Pengurus Sekber dan Pemuda Buddhis Pontianak Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara ini sampai selesai. tanpa bantuan dan masukan dari teman-teman acara ini mungkin tak akan terlaksana
ANUMODANA
NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA, NAMO BUDDHAYA.
Saturday, 6 November 2010
Gejala Epilepsi
Banyak orang tua yang menjadi frustasi begitu mengetahi anaknya terkena epilespi atau yang lazim disebut ayan. Bayangan akan masa depan anak yang suram, ditambah lagi penderitaan anak yang sering mendadak kejang-kejang terus berkelebatan. Meski belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan epilepsi, namun dengan pengobatan yang benar dan teratur lebih dari 80% anak pengindap epilepsi dapat hidup dengan normal. Hal ini sesuai dengan pendapat dari William R. Turk, MD, Kepala Divisi Neurology di Nemours Children’s’ Clinic, Jacksonville, Florida yang menyatakan bahwa: “Kita tak punya obat untuk menyembuhkan epilepsi, dan malangnya terapi serangan mendadak praktis tak ada. Cuma ada cara bagaimana mengelola serangan itu, namun demikian pada anak, tetap ada peluang.
Jika orangtua dapat memberikan pengobatan tepat, serangan mendadak mungkin bisa dienyahkan. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah penyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata hal ini dibantah oleh dua dokter anak yang merupakan pakar saraf anak FKUI/RSCM Jakarta, yakni Dr. Hardiono S Pusponegoro, Sp A dan Dr. Irawan Mangunatmadja, Sp A. Menurut kedua pakar tersebut, epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika atau keturunan. Dan deteksi serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.
Terdapat banyak definisi tentang epilepsi diantaranya adalah:
Epilepsi merupakan lepas muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.
Epilepsi adalah penyakit serebral kronik dengan karekteristik kejang berulang akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan bersivat reversibel (Tarwoto, 2007)
Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel dengan berbagai etiologi (Arif, 2000)
Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neron-neron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik (anonim, 2008)
Jenis Epilepsi meliputi, epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik. Penyakit efpilepsi disebabkan oleh bayak hal diantaranya: faktor genetik/turunan (meski relatif kecil antara 5-10 persen), kelainan pada menjelang-sesudah persalinan, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, adanya genangan darah/nanah di otak, atau pernah mengalami operasi otak. Selain itu, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan
Secara umum masyarakat di Indonesia salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya, penderita epilepsi sering dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Sekitar 400.000 anak di AS mengidap epilepsi, dan mereka dapat mengendalikan serangan mendadak itu serta mampu hidup normal.Lalu bagaimana jika anak kena serangan mendadak? Biasanya serangan ini berlangsung amat cepat, dan Anda tak punya cukup banyak waktu untuk berbuat sesuatu. Peristiwa kejang-kejang, dengan mulut mengeluarkan busa, seringkali menjadi momen yang mencekam bahkan menakutkan. Dalam manghadapi hal tersebut, kita harus waspada dan tetap tenang sehingga dapat memberikan bantuan yang optimal.
Hal yang harus dilakukan pada saat penderita terkena serangan adalah:
Hindarkan penderita dari benda-benda berbahaya yang berpotensi melukai dirinya
Kendorkan pakaian di area leher, termasuk ikat pinggang
Taruh bantal atau sesuatu yang lembut di bawah kepala
Baringkan dia menghadap ke satu sisi
Hal yang tidak boleh dilakukan selama penderita terkena serangan:
Meletakkan benda di mulutnya. Jika penderita mungkin menggigit lidahnya selama serangan mendadak, menyisipkan benda di mulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Anda malah mungkin tergigit, atau parahnya, tangan Anda malah mematahkan gigi si penderita.
Mencoba membaringkan penderita. Orang, bahkan anak-anak, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa selama mendapat serangan mendadak. Mencoba membaringkan si penderita ke lantai bukan hal mudah dan tidak baik juga.
Berupaya menyadarkan si penderita dengan bantuan pernapasan mulut ke mulut selama dia mendapat serangan mendadak, kecuali serangan itu berakhir. Jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut jika si penderita tak bernapas.
Kejang yang tiba-tiba datang pada penderita epilepsi dapat dicegah dengan cara:
Demam tinggi pada penderita dapat diatas dengan cara memberi obat demam dengan penurun panas dan kompres dengan lap hangat (lebih kurang panasnya dengan suhu badan si penderita) selama kurang lebih 15 menit, bila mencapai 38.5 derajat celcius atau lebih
Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat menyebabkan korslet di otak (akan terjadi benturan kuat karena atara suhu panas tubuh si penderita dengan lap pres dingin)
Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur
Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat penderita tidak mungkin meminum obat.
Sedia selalu obat penurun panas di rumah seperti parasetamol.
Terapi awal yang bisa dilakukan di rumah, adalah dengan campuran daun lidah buaya dan es batu. Cari daun lidah buaya secukupnya. Haluskan, kemudian dimasukkan ke dalam panci. Beri es batu, ditambah sedikit garam. Selanjutnya campuran tadi, digunakan untuk mengompres kepala. Lakukan sehari satu kali, selama tujuh hari berturut-turut.
(Dari berbagai sumber)
Friday, 5 November 2010
Lion Air Tergelincir sampai ke sawah penduduk setempat
Pontianak 3 November 2010, Pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Pada saat turun menuju landasan, badan pesawat sudah oleng. Menyebabkan badan pesawat tergelincir saat menyentuh landasan dan masuk ke rawa. Tidak ada koran jiwa dalam insiden ini.
Cuaca buruk menjadi penyebab tergelincirnya pesawat Boeing 737 seri 400 ini. Untuk sementara bandara ditutup guna proses evakuasi lebih lanjut. Sekedar dijadikan catatan, petugas pesawat tidak menjalankan tugas secara semestinya. Kenapa? Karena menurut saksi mata, para pramugari keluar dari pesawat sendiri-sendiri tanpa memandu penumpang untuk evakuasi. Ini mungkin yang perlu dijadikan bahan evaluasi Lion Air guna meningkatkan layanan kepada konsumen.
Awas Merapi
Di Indonesia, tepatnya disekitar Sleman jogjakarta, lagi dan lagi Gunung merapi Meletus Untuk kesekian kalinya.
Bentuk letusan merapi berupa Semburan awan panas atau yang biasa disebut Wedus Gembel yang meluluh lantakkan daerah sekitar kaki gunung Merapi.Jarak Luncuran Awan Panas Gunung Merapi terakhir adalah 4-5kilometer dengan kecepatan rata-rata 100-110Km/Jam.sejumlah infrastruktur disekitar kaki gunung pun musnah.
tidak hanya itu, Hewan-Hewan ternak pun ikut musanah d terjang awan panas dari merapi ini, bahkan ada juga korban jiwa dalam bencana ini, salah satu korban jiwa adalah sang juru kunci Gunung Merapi yang dikenal dengan Nama Mbah Maridjan.Beliau d temukan meninggal dunia terkena awan panas dengan Posisi Bersujud d kediamannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
